Tunggu.

Kepada lampu taman yangg bewarna kuning yang terbunuh sepi diantara riak bambu-bambu muda. Halaman batako lenggang ditumbuhi rumput liar malu-malu.

Denging kaper kesepian disahut dengan harmoni air jatuh dari selokan penduduk. Berjejer sawit yang tak pernah berbuah karena iklim yang patah.

Kerlip lampu kecil melilit batang pace semakin kecil dari kejauhan. Bulan masih sungguh dominan ternyata. Apakah kamu tahu aku ada dimana?

Jelas aja kamu tak tahu. Toh aku tak pernah tau kamu siapa. Tapi apakah kamu percaya ada bahasa yang tak butuh suara. Ada kata yang tak butuh aksara?

Kurapikan benak untuk menyambutmu di sini. Di sebuah suwung yang bahagia. Di satu sepi bulan yang menggairahkan. Tak penting kamu tau atau tidak

Kita akan bercinta dalam diam. Berbaur dengan bau tanah dan wangi rumput-rumput basah. Disaksikan sawit dan bambu sunyi. Segera..

Malam ini aku akan mengenalmu. Karena segera kita akan brcinta. Rapikan rambutmu, biar bisa kuacak-acak lagi. Ku tunggu di bawah lampu di bawah pace.


Hatimu, Anakmu.

Sore oh sore.. Apakah rambutmu masih hitam? Sampaikan salam jumpa untuk hatimu yg tak pernah dewasa karena selalu dipanggil Hati Kecil.

Karena setiap hati dipanggil Hati Kecil, maka sebenarnya hati kita itu mudah untuk dikelabui. Dibohongi seperti anak-anak kecil.

Anak kecil tak pernah bersedih lama-lama. Harusnya, Hati Kecil juga tak pernah bersedih lama-lama. Toh mereka sama-sama Kecil kan?

Anak kecil dan Hati Kecil itu sama. Iya, sebenarnya masing-masing dari kita punya kewajiban buat ngerawat anak kecil, Hati Kecil. Punya kan?

Inget, Hati Kecil adalah anak kecil. Gampang dibohongi. Kalau lg sedih, bohongi dengan kebahagiaan. Kecewa? Ceritakan yg sukses. Bisa kan?

Kesimpulannya, masa kamu rela anakmu alias Hati Kecil kamu bersedih lama-lama? Merasa kecewa terus-terusan? Tidak kan? Alihkan perhatiannya.

Pernah nonton 3Idiot? Akrab sama istilah All Is Well? Itu mungkin bisa jadi salah satu contoh bagaimana Hati Kecil sedang dibohongi.

Sudahlah..jangan mendebat saya. Percaya sama saya. Anak kecil = Hati Kecil. Buktikan saja. Baru nanti komen yaa.. Bisa kan?

Sekian dulu. Yang belum mandi silahken mandi, tapi jangan berharap ketemu jodoh di kamar mandi ya. Jodoh ada di kelamin kamu masing-masing.


Syair asu.. kamu mau?

Karena ketidak-asu-anku atas jalan pikirmu, maka aku sembahkan salam jumpa kapan-kapan..

 

Aku itu tidak asu, sungguh tidak asu.. ber-au..au.. saja aku tidak bisa kok.

Bagaimana bisa aku asu? Kamu tidak pernah ngasih asu aku.

Padahal, aku asu kamu sedang resah.

Asu asu, aku asu-nya kamu sudah terlipat rapi. Bahkan setrika pun aku tidak ahli.

Bagaimana bisa aku asu?

 

Akan aku sembahkan segala untukmu bila memang aku asu.

Tapi kan tidak begitu.. harusnya kamu ajari aku au..au.. dulu biar aku asu.

Sungguh pun begitu, aku tidak akan berusaha asu sendiri. Karena aku menghormatimu.

Mungkin kamu memang tidak ingin aku jadi asu. Aku asu.

 

Ternyata ketidak-asu-anku ini kamu manfaatkan dengan baik dan benar sesuai dengan EYD.

Tapi ya itu, untung tidak asu. Walaupun sebenarnya aku pengen asu. Pengen asu.

 

Dengan segala peng-asu-an yang aku punya, aku sembahkan salut untukmu.

Untuk kamu yang serba asu. Aku sembahkan…

 

Kapan-kapan, aku boleh asu kamu?

***

Aku haturkan syair asu ini untuk memperingati hari asu yang jatuh pada tanggal kemarin malam. Tanggal berapa itu?

Semoga kalian semua pada asu, bahwa ada orang tertentu yang menginginkan kamu tidak asu tentang sesuatu.

Makanya, jangan jadi tidak asu.

Jadilah asu, seasu-asunya.. oke?

Salam au..au..


#sederhanaitu dari @TegasIR

#sederhanaitu kita nyanyi lagu cinta di tepi pantai.

#sederhanaitu aku kejar kamu. Kamu kejar dia.#ternyatatidaksederhana

#sederhanaitu ketika aku resah dan kamu bilang “apa perlu bibirku agar kamu tahu aku milikmu?”

#sederhanaitu hatiku hatimu. Hatimu, untukku kan? Hah, bukan?#ternyatatidaksederhana

 #sederhanaitu tiba-tiba kamu menciumku dan aku pingsan.
 #sederhanaitu ngupil didepan pacar dan si pacar bilang, “aku suka caramu ngupil didepanku”

#sederhanaitu menikahimu.

 #sederhanaitu bersamamu. Itu saja. #Sekian
#sederhanaitu tiba-tiba saja bibir kita terpagut. Apa itu namanya?

#sederhanaitu jalan-jalan di taman lampion Jogja bersamamu. Hanya kamu. #ehceweyangmanaya

#sederhanaitu menjadikanmu cinta. Satu-satunya.

 #sederhanaitu kita duduk berdua, kau letakkan kepalamu dipundakku, tangan kita terpaut. Dan kita diam menikmati hening.
#sederhanaitu bikin mie goreng, tiba-tiba kamu datang dan bilang “aku mau lho kamu suapin”.

#sederhanaitu adalah baca buku dan kamu membawakan segelas the untukku. #ehceweyangmanaya

 #sederhanaitu adalah mencintaimu.. #ehceweyangmanaya
berawal dari ini nih = Nah mainan hastag ini boleh jg.. #sederhanaitu … “@daninoviandi:#sederhana itu…”

#hujanitu dari @TegasIR

#hujanitu baik hati, bikin orang yg lg nangis gak terlihat nangis.

#hujanitu puitis, dia bikin syair jadi lebih dalam.

#hujanitu bikin sedih jg, karena suasana ritmis yg dihadirkan.

#hujanitu hanya punya satu nada, nada jatuh ke tanah. Nadamu jatuh ke mana?

#hujanitu bisa bikin @oppioppie dan pacarnya romantisan karena berteduh di gubug deket sungai.

 #hujanitu yg deres, kaya orang jatuh cinta. Apakah kamu hujan yg deres?

#hujanitu kamu. Sedih, cinta, romantis, ritmis, puitis, baik. Kamu yg lg beli keripik jamur di belakang galle.

 #hujanitu yg memaksa kita sejenak berhenti dalam perjalanan. Jadi, apa itu yg mirip hujan? Bukan kamu ya?

#hujanitu barokah cell. *oke ini salah inspirasi #maaf

#hujanitu ada yg mau nganter jas hujan buat saya? Di belakang galle? Saya terjebaaakk -.- #maaf

*dari sebuah peristiwa terjebak hujan di sebuah sudut kota Yogya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 463 pengikut lainnya.