Sajak Anak tuk Emak.

Standar

Emak..

Kenapa aku perlu menemanimu berjalan di tengah keputusasaan siang hari?

Kamu kan tahu kalau aku tak bisa protes seperti para mahasiswa yang pintar-pintar itu.

Aku hanya punya kamu, Mak. Mana bisa aku sendiri.

Emak..

Kenapa aku tak kamu bolehkan bersekolah?

Aku baca di Koran, pendidikan sudah gratis. Betul kan, Mak?

Aku cuma nurut sama mu, Mak. Mana berani aku melawanmu.

Emak..

Kemarin ku dengar, swalayan di ujung jalan sedang diskon.

Aku minta baju, Mak. Sudah lusuh semua.

Mak jawab, β€œNak, hidup kita ini saja sudah diskon.”

Aku tak mengerti, Mak.

Emak..

Anak-anak itu suka sekali bermain di taman bermain yang bagus.

Kenapa kamu menyuruhku bermain di bawah jalan tol yang kotor, Mak?

Memangnya bermain harus bayar ya, Mak?

Emak..

Katanya ada negeri namanya Indonesia.

Ku baca di perpus, Indonesia negeri yang kaya.

Mak, kenapa kita tak ke sana saja?

Indonesia sebelah mananya Sumatera, Mak? Kalau dekat, kan kita sekalian pulang.

Mak, aku ingin pulang dan ingin sekali ke Indonesia.

Katamu Mak, β€œIni Indonesia, nak! Dan kita miskin! Dan tak ada yang peduli!”

Aku tak paham, Mak. Maafkan aku. Ku rasa Indonesia dekat Sumatera.

 

@tegasir tuk Indonesia, 12 Nov ’13

One thought on “Sajak Anak tuk Emak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s