Perempuan Penggenggam Detak

Standar

Gerak daun. Lemah diantara angin malam. Dimana kamu, perempuan angin malam?

Langit sedang tanpa bintang. Sepi. Lampu keramaian menyelamatkannya. Sedang dimana kamu, perempuan tanpa sepi?

Apakah rambutmu masih hitam rapi? Terbayang rona anggunmu terpantul sinar kuning bohlam jalanan. Kapan kita melangkah lagi, ditepian kota?

Menepis buru pada nafas kehilangan. Menulis surat kangen kepada entah kemana. Kau kemanakan jantungku, perempuan penggenggam detak? ~

Kau kemanakan detakku? kau simpan dimana nadi-nadiku? Kau sisakan elegi pada malam ini, di bawah Tangkuban Perahu di hadapan Gunung Salak.

Aku tunggu janjimu kembali, perempuan penggenggam detak. Kembali lagi dengan kecupan yg sama. Lumpuhku untukmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s