Mengejar Mimpi Itu Sama Saja Menepatkan Waktu Sholat.

Standar

Kawan-kawan pembaca muslim pasti sudah tahu kalau kewajiban sholat lima waktu seyogyanya dilaksanakan tepat pada waktunya. Subuh ya mesti dilaksanakan pas waktu subuh, bukan jadi dhuha. Sholat dhuhur ya pas matahari tepat berada diatas kepala kita, bukan pas mendung sudah mulai berdatangan karena itu jelas sudah masuk ashar. Begitu seterusnya.. harus on time!

Lewat proses kegalauan saya beberapa hari belakangan, ternyata tepat waktunya sholat tidak hanya berhubungan dengan membentuk kedisiplinan kita. Ada filosofi lain yang.. kalau kamu males baca, ini bisa dibilang mengada-ada. Tapi kalau kamu si pembelajar kehidupan, ini akan menjadi sesuatu yang lucu dan sedikit menggelitik. Begini..

Sholat yang tepat waktu itu, seperti kita mengejar mimpi. Iya, mengejar mimpi.

Dalam proses membuntuti jejak mimpi, sudah pasti kita niat bersungguh-sungguh. Niat sholat juga harus sungguhan, bukan? Ritual wudhu dalam sholat menganalogikan persiapan kita dalam mengejar mimpi. Seperti berguru ke seseorang, ikut seminar, kuliah yang bener, dll. Kemudian, penerapan ilmu-ilmu yang kita punya untuk mewujudkan mimpi adalah sholatnya.

Lalu..tepat waktunya?

Saya sangat yakin pembaca sadar betul bahwa umur tidak pernah berhenti. Semakin hari, kita semakin menua. Semakin mendekati waktu yang telah lama kita ketahui, mati. Karena keadaan yang seperti itu, bukankah diperlukan ketepatan waktu untuk mempersiapkan diri mencium mimpi? Pahala sholat tepat waktu adalah mimpi setiap orang yang sholat, itu yang menyebabkan mereka menyegerakan sholat agar mampu menggapai mimpinya.

Walaupun bukan sebuah kemustahilan – karena Tuhan Maha Bisa – Β tapi ketika sudah sangat tua baru akan berlari menggapai mimpi, kan tanda tanya? Setuju? Kita harus tepat waktu untuk berdiri, berjalan dan kemudian berlari mencapai mimpi kita.

Tapi, kenapa sholat isya’ boleh tidak tepat waktu? Kenapa isya’ boleh tengah malam? Berarti mengejar mimpi boleh ditunda?

Bukan ditunda kawan-kawan. Itu sebagai peringatan kepada para pengejar mimpi, bahwa dalam proses pengejaran kita hendaknya tidak terlalu ambisius. Ambisius membuat manusia tidak peka dengan sekitarnya, egois. Juga dalam pengejaran mimpi, ada saat-saat dimana kita harus sabar dalam bertindak agar pengejaran mimpi kita lebih maksimal. Sholat isya ditengah malam, pahalanya sama dengan tepat waktu, tapi ada bonusnya, perasaan dekat dengan Tuhan hanya bisa didapat di tengah malam.

Bagaimana? Berani tepat waktu?

Akhirnya, saya akan selalu mendoakan agar mimpi-mimpi kita datang tepat waktu dalam kehidupan kita. Juga semoga kita semakin tepat waktu dalam melaksanakan sholat. Amin.

Sampai jumpa..

6 thoughts on “Mengejar Mimpi Itu Sama Saja Menepatkan Waktu Sholat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s