Kita Harus Berciri Khas!

Standar

Makan magelangan – di madiun disebut nasi mawut –  sambil baca bukunya Dahlan Iskan membuat saya tiba-tiba ingat sesuatu. Sesuatu yang menurut saya perlu untuk saya tulis dan dibaca kawan-kawan.

Buku Dahlan Iskan ini mengingatkan saya pada suatu pagi di salah satu pojok kampus saya. Di pagi yang cukup nyaman itu saya duduk santai sambil main laptop di pojok kampus. Disebelah saya ada seorang teman kuliah saya. Kami sama-sama main laptop. Wifi-an, internetan.

Teman saya ini punya latar belakang jurnalistik yang cukup kuat. Tulisan-tulisannya, pemikiran-pemikirannya jauh diatas rata-rata teman saya yang lain. Saya pun juga sering keder kalau sering adu argument dengan teman saya ini. Kesempatan pagi itu saya dan teman saya ini mendiskusikan tentang gaya penulisan untuk sebuah karya jurnalistik. Tentu sambil up date status di facebook. Kami diskusi ringan.

Teman saya ini berpendapat bahwa sebuah karya jurnalistik itu harus benar-benar obyektif. Juga harus dilengkapi dengan fakta. Saya sebaliknya, bahwa sebuah karya jurnalistik itu tidak harus obyektif. Justru dengan kesubyektifan tulisan, karya tersebut akhirnya mempunyai sebuah ciri khas tersendiri seperti tulisan-tulisan Dahlan Iskan. Khas itulah yang nantinya akan menjadi kekuatan karya-karya selanjutnya. Kami berbeda pendapat.

Mungkin kita memang berbeda perspektif dalam memandang bagaimana seharusnya sebuah karya jurnalistik. Tapi saya yakin bahwa teman saya itu setuju bahwa ketika menjadi seorang manusia. Maka memiliki khas adalah sebuah primer yang tak bisa jadi sekunder, apalagi tersier.

Karena bahkan sebenarnya Tuhan telah memberikan modal kepada tiap-tiap manusia untuk menjadi khas. Tidak ada sidik jari yang sama, bukan? Muka yang benar-benar sama apakah ada? Apalagi sifat masing-masing. Secara implisit, sebenarnya Tuhan sudah berpesan bahwa dalam mengarungi hidup harus berciri khas. Jangan jadi setengah-setengah.

Buat caramu sendiri. Buat gayamu sendiri. Buat atmosfermu sendiri. Yang terpenting adalah cara itu, gaya itu, atmosfer itu tidak merugikan orang lain atau kalau perlu membawa manfaat untuk sesama.

Ternyata tidak hanya tulisan yang harus berciri khas. Kita pun harus juga!

Terbarlah manfaat tanpa batas..!

2 thoughts on “Kita Harus Berciri Khas!

  1. Mad_saN

    betul bray..

    itu juga yang sedang aq pikirkan sekarng..

    tulisanmu bermanfaat :thumbup

    keep posting gan, ane jadi ngiri nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s