Siap-siap Yuk!

Standar

Paradigma masyarakat Indonesia yang terbangun sampai saat ini adalah “setelah selesai sekolah, saya akan bekerja”. Paradigma ini menyebabkan begitu banyaknya pelamar kerja di seluruh Indonesia. Padahal di Indonesia sendiri belum begitu banyak lapangan pekerjaan yang tersedia. Terjadi ketidakseimbangan antara lahan kerja dengan pelamar kerja. Jelas keadaan ini menghasilkan produk pengangguran yang mengerikan.

Sebuah contoh saja, menurut penelitian Prof. Dr. Payaman J Simanjutak, TOT Bali 29 Juni 2009, tiga dari sepuluh tukang ojek di Kota Jakarta adalah seorang yang bergelar Sarjana. Fakta ini jelas sangat mengerikan, mengingat betapa tingginya pendidikan yang ditempuh tapi berakhir tragis. Seperti itulah hasil dari paradigma yang terbangun didalam masyarakat kita, Indonesia.

Kesalahan budaya ini menyiratkan sebuah gagasan bahwa memang sudah saatnya dunia wirausaha dibangkitkan ditengah lesunya semangat masyarakat Indonesia memulai sebuah usaha. Ir. Ciputra sudah mulai menunjukkan taringnya dengan Kerajaan Ciputra Group. Dahlan Iskan turut berjuang dengan Jawa Pos Group yang beranak pinak di Indonesia. Tentu “masih banyak” pegiat wirausaha lain yang berusaha menyediakan lapangan pekerjaan di Indonesia. Sayang, jumlah yang “masih banyak” itu terhitung masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Sudah tiba waktunya untuk lebih menstimulus lagi semangat wirausaha dibenak semua yang mengaku Indonesia.

Kawan-kawan siap?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s