Terima Kasih, Bu.

Standar

Ada beberapa hal yang bisa membuat saya respect dengan seorang dosen atau guru. Yang pertama adalah materi yang disampaikan benar-benar saya butuhkan. Kedua adalah cara penyampaian yang menyenangkan. Ketiga adalah saya kenal baik dengan sang guru. Sang guru adalah orang yang bersahaja. Dan sang guru adalah orang yang baik.

Selama perjalanan saya mengais ilmu, kesemuanya pernah saya rasakan. Bahkan menjadi tidak respect adalah salah satu dosa yang pernah saya lakukan.

Kawan-kawan pembaca pasti punya pengalaman tersendiri, bukan?

Sore ini saya punya pengalaman baru lagi.

Salah satu dosen saya memanggil saya ke kantor. Saya pikir pemanggilan ini akan berujung pada pembahasan lomba. Saya dan dua orang teman saya memang sedang dalam perjalanan menuju hari sebuah lomba presentasi kelompok. Dosen inilah yang membimbing kami bertiga. Jadi sangat wajar kalau saya berprasangka bahwa ini akan mengulas materi presentasi kami. Maka saya menyiapkan bahan untuk disampaikan kepada dosen saya ini.

Belakangan ini, setelah terserang radang telinga, Tuhan masih tega memberi saya sakit radang tenggorokan. Empat hari ini saya harus pasrah dengan penyakit radang kuadrat. Tenggorokan yang bermasalah cukup mengganggu aktivitas saya, apalagi agenda lomba presentasi yang memang membutuhkan kualitas suara yang optimal. Saya sudah berkali-kali ke dokter dan berkali-kali diberi resep obat.

Karena jadwal yang menyiksa dan kondisi saya yang tidak bisa maksimal, saya cukup terlambat memenuhi undangan dosen saya. Saya tiba di kantor dosen setelah selesai technical meeting sebuah acara. Dosen saya ternyata sudah berkemas akan pulang. Telat sekali saya pikir.

Tahu yang terjadi selanjutnya?

Prediksi saya bahwa pertemuan ini akan membahas materi presentasi ternyata salah besar. Ya! Karena dosen ini hanya berniat memberikan sebuah tas kresek warna putih berisi madu. Sambil sibuk berkemas dosen saya berujar,

β€œMadu buat kamu biar cepet sembuh tenggorokannya. Hari lomba sudah semakin dekat, kamu harus siap.”

Kemudian langsung ngeloyor pergi pulang.

Sungguh, Tuhan memang Maha Pengertian dan dosen saya juga super baik – untuk tidak mengatakan maha baik, karena maha baik hanya milik Tuhan

Saya speechless sambil berkali-kali bertanya,

β€œIni serius buat saya, Bu?”, dengan sedikit berteriak karena dosen saya semakin jauh.

*

Perkenalkan dosen saya yang super baik ini. Dosen saya untuk mata kuliah saya yang berjudul Bahasa Inggris 2. Mengajar dengan semangat yang tinggi, setinggi tingkat kedisiplinan yang beliau terapkan. Telat lebih 10 menit maka jangan harap untuk bisa duduk manis di dalam kelas, masuk kelas pun tidak boleh karena sudah dikunci dari dalam. Cara penyampaian materi yang sistematis terlihat dari slide-slide yang dihadirkan.

Sebenarnya, walaupun tidak ada sebotol madu yang menyehatkan ini, saya sudah menempatkan respect saya untuk dosen ini. Karena materi-materinya yang bermutu, karena komunikasi yang tidak membosankan dan karena disiplinnya. Sungguh, madu ini membuat saya semakin salut dengan dosen saya ini yang padahal masih sangat muda. Istilah yang sering digunakan untuk klub sepak bola Arsenal, Young Guns, agaknya sangat pantas diberikan kepada dosen saya ini.

Karena keadaan keuangan saya selama dua bulan ini morat-marit jelas tidak mungkin saya membalas kebaikan ini secara materi. Karenanya saya memohonkan bantuan kepada Majikan saya Yang Agung untuk membalas kebaikan dosen saya ini. Saya sangat percaya bahwa Tuhan Maha Adil. Semoga Tuhan memberi kemudahan untuk dosen saya ini, seperti halnya beliau memberi kemudahan kepada saya.

Saya sering memanggilnya Ibu Ruli, Ruli Hapsari. Teman-teman akrab menyebutnya Miss Ruli.

Terima kasih, Bu.

Sayang, saya tidak punya fotonya Ibu Ruli.

6 thoughts on “Terima Kasih, Bu.

  1. dear Tegas,

    wah saya baru sempat mengunjungi blogmu beberapa hari setelah kamu memberi kertas itu. saya jadi terharu (hikz hiks…)…… terimakasih Tegas, kamu membuat sudut pandang saya tentang saya sedikit berubah.

    semoga Allah juga memberi kemudahan padamu, agar kuliahmu sukses ya. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s