Hadiah dari Tuhan Yang Maha Misterius

Standar

“Ibuuuuk…….”, lantang bocah kecil sambil berlari di jalanan sepi tengah hutan di kawasan Waduk Sermo, Kulon Progo, DIY.

Bocah hitam berbadan gemuk yang kira-kira berumur 4 tahun itu berlari mengejar ibunya yang berjalan mendahuluinya. Lucu sekali. Sayang, saya tak sempat memotretnya karena kondisi saya yang sedang mengendarai motor. Bukan itu juga sih alasannya, alasan utamanya justru karena saya memang tidak punya kamera. Hehe.

Ya, gara-gara bocah lucu itu, saya jadi teringat dengan keponakan-keponakan saya yang seumuran. Namanya Numuw Watsabi, Aqwa Abdurrahman dan yang paling kecil Maja Syaib. Demi Tuhan, dan demi reputasi buruk baik saya, saya tidak bohong kalau keponakan-keponakan saya ini lucunya nyundul langit sap 7. Cara bicara, cara berjalan, tertawa bahkan cara marahnya sungguh membuat saya selalu kangen, rindu setengah hidup hanya untuk sekedar meluangkan waktu bermain bersama mereka.

Sebagai seorang anak bungsu dan masih muda, mempunyai keponakan seperti ini adalah sebuah berkah Tuhan. Menurut opini saya, ini seperti pesan Tuhan agar saya yang bungsu ini belajar menjadi seorang kakak. Lebih jauh saya menerjemahkan bahwa mereka adalah peri-peri kehidupan yang ditugaskan untuk mengajarkan saya tentang arti kata “mengalah”. Seorang bungsu pasti penuh dengan keakuan, egois yang meledak-ledak. Siapapun pasti mengamini hal ini, bukan? Karenanya saya sangat bersyukur punya keponakan-keponakan yang luar biasa hebat.

Bagaimana dengan kawan-kawan pembaca? Apakah kawan-kawan punya keponakan? Atau jangan-jangan punya adik kandung? Jangan remehkan mereka lho kawan-kawan, bisa jadi merekalah yang membuat kawan-kawan paham dengan dasar nilai-nilai kepemimpinan. Merekalah pembawa basic dari Tuhan Yang Maha Misterius.

Tulisan ini hanya semacam luapan kangen saya terhadap keponakan-keponakan saya. Sedang apa ya mereka? Numuw pasti sedang minum susu botol di depan tivi, Aqwa pasti masih lari-larian di ruang tamu dan Maja pasti sudah tertidur pulas bersama Ibunya (Kakak saya). Bahagianya mereka.🙂

Saya pasti akan segera pulang. Kawan-kawan bagaimana?

Catatan kecil: Terima kasih anak kecil gemuk di tengah hutan, kamu harus menjadi bermanfaat! dan ini foto dua keponakan saya (Numuw dan Aqwa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s