Kampus Minggu Yang Menawan.

Standar

Saat ini saya sedang berada di lingkungan kampus FE UII. Hari minggu seperti ini terasa benar sepinya kampus. Hampir-hampir tak ada denyut kehidupan mahasiswa di kampus ini. Kalaupun ada paling juga bisa dihitung dengan jari saya yang pendek ini. Sejauh ini yang saya temui di kampus orang-orang berwajah tua keluar masuk pintu utama dengan handphone ditempelkan di kuping dan sesekali mulutnya komat-kamit. Selain orang tua itu, jelas saya temui sepasang satpam mesra di pos ketika saya baru tiba tadi.

Tujuan saya minggu-minggu ke kampus memang cukup tidak jelas. Apalagi ditambah dengan suasana mendung yang harusnya cerah, menambah ketidakjelasan saya melangkahkan kaki ke kampus sore (seharusnya siang, gara-gara mendung jadi layak disebut sore) ini. Sebentar, barusan malah turun hujan. Hari minggu yang sangat tidak bersahabat, menurut saya.

Sebenarnya ada tujuan kecil yang ingin saya tuntaskan di kampus. Adalah menjajal kemampuan wifi laptop butut saya. Apakah itu sebuah tujuan yang jelas? Tidak, menurut saya. Dan hasilnya adalah saya tidak berhasil mencapai tujuan itu. Karena bahkan ternyata saya tidak bisa menghubungkan alat pencari wifi di laptop dengan jaringan wifi yang ada di kampus. Betapa bodohnya saya, bukan?

Pada akhirnya saya mengalihkan tujuan saya untuk menulis tulisan ini. Saya memilih tempat menulis di sebuah tempat yang teman-teman FE UII memanggilnya English Corner. Sebuah tempat dengan banyak tempat duduk putar yang sangat nyaman untuk berdiskusi 7-8 orang. Juga sebuah tempat terbuka yang bisa langsung memandang ke halaman depan FE UII alias parkiran mobil. Dengan suasana hujan yang adem, membuat tempat ini semakin terasa nyaman.

Saya duduk sendirian di salah satu kursi. Sambil menulis ini saya jadi teringat kalau tadi malam menjelang dini hari secara tiba-tiba saya kencan via sms dengan Perempuan Merah Marun. Hehe. Saya senang sekali lho, kawan-kawan. Bahkan lebih dari sekedar senang, juga lebih dari sekedar sangat senang. Bahagia, luar biasa bahagia.

Sudah ah, saya menulis tidak ada benang merahnya. Nanti malah membuat pusing kawan-kawan semua. Mungkin suatu saat kawan-kawan harus mencoba datang ke kampus di hari minggu. Dan rasakan suasana sepi yang menawan.

Terakhir, saya ingin sedikit berkata-kata untuk Si Merah Marun.

β€œKalau yang banyak dicari adalah uang. Kamu adalah uang berjenis perempuan.

Kalau yang disebut indah adalah burat senja. Kamu adalah senja yang sempurna.

Kalau mawar merah saja sudah istimewa. Bagaimana denganmu yang Mawar Merah Marun?

Pasti lebih istimewa. Kalau saja kamu mengijinkan hatimu untuk lebih mengenalku.”

13 thoughts on “Kampus Minggu Yang Menawan.

  1. duh, Tegas ….kok kangen dgn gadis Merah Marun mu ,malah datang ke kampus sih?
    ayo dong, datangin aja kerumah nya langsung…….

    jadi, rindumu pun bisa langsung terobati, bukan begitu? πŸ™‚
    salam

  2. Kalo kampus ITN Malang di hari minggu malah rame pak, rame dengan hilir mudiknya para aktivis kampus penghuni ruang HMJ. La wong mereka “ngekosnya” disana kok sebagian. Selain itu, kampus ITN di hari minggu juga diramaikan oleh daun-daun yang berserakan di halaman karena hari minggu petugas kebersihan malah libur. Salam kenal dari saya mas tegas yang imut dewe sak UII

    • Haha..sayangnya hari minggu kemarin ane gak menyempatkan buat nengok kantor DPM. terima kasih gan sudah mampirπŸ˜€

      *weits, imut-imut adalah kata yg sensitif lho gan haha, jangan sembarangan dipakai heheheπŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s