Kami Bicara (sedikit) Soal Perempuan.

Standar

Saya sempat ngobrol-ngobrol dengan salah seorang teman saya beberapa jam yang lalu. Teman saya yang satu ini – tak perlu ada nama – menurut saya sangat aneh. Saking anehnya saya bahkan tak bisa mendeskripsikan keanehan teman saya ini. Tapi yang jelas, teman saya ini suka sekali diajak ngobrol dengan tema yang bisa dibilang berat.

Tapi kali ini saya penasaran untuk menariknya dalam tema obrolan yang klasik, ringan tapi sampai sekarang belum ada seorang pun di dunia ini yang bisa menyimpulkan dengan sangat valid. Saya iseng-iseng menyodorkan tema perempuan berikut tentang cinta kepada teman saya ini. Saya benar-benar ingin tahu bagaimana seorang yang senang sekali bicara berat ngomong tentang perempuan. Hehe, saya nakal sekali memang.

Aksen bicaranya yang terlihat sangat hati-hati menjelaskan pendapatnya tentang sosok fenomenal bernama perempuan. Katanya, perempuan itu rumit. Serumit lukisan anak Playgroup ketika disuruh gurunya untuk menggambar benang digulung. What’s kind of this? Saya masih mangut-mangut saja mendengarnya nyeloteh kata per kata.

Sampai dia berstatemen begini,

“Perempuan itu semakin banyak mantan pacarnya. Semakin dia tidak akan dilirik sama lelaki.”

Terdiam sejenak, teman saya melanjutkan.

“Tapi semakin lelaki itu banyak mantan pacar. Semakin dia disukai sama perempuan.”

Oke, pada akhirnya saya benar-benar bingung dengan kalimatnya kali ini. Pertanyaan saya adalah kalau lelaki yang tidak pernah pacaran atau jomblo kelamaan tidak disukai perempuan, begitu ya? Intinya, berarti saya tidak disukai perempuan dong? Saya kan korban status jomblo yang terlalu lama? Ini jelas tidak fair menurut saya.

Menurut saya, teman saya kali ini telah melakukan diskriminasi terhadap para lelaki seperti saya. Lelaki yang jomblo terlalu lama atau bahkan lelaki yang….. tidak paham pacaran. Saya tidak marah dengan teman saya ini. Saya tidak lantas memukul mulutnya menggunakan knalpot motor. Itu jelas tidak manusiawi. Saya hanya tidak setuju dengan pendapatnya.

Menurut saya, tiap orang itu mempunyai selera yang beragam dan sangat berbeda. Bisa jadi tidak ada yang benar-benar sama persis. Begitu juga selera perempuan terhadap lelaki. Tidak semua perempuan suka dengan lelaki dengan daftar nama mantan yang panjang. Pasti ada dan selalu ada perempuan yang lebih cenderung mempercayai lelaki dengan pengalaman yang minim tentang cinta.

Anda boleh mengatakan pendapat saya ini benar atau tidak benar. Yang penting kita tetap berteman. Seperti yang saya lakukan kepada teman saya. Saya tetap berteman baik dengannya walaupun pendapat kami berbeda dalam memandang perempuan. Saya tetap dinner dengannya. Saya masih sering membuka forum dengannya bersama teman-teman yang lain. Saya masih bermain PES juga dengan teman aneh saya ini.

Saya tidak menyesal menyodorkan tema perempuan kepada teman saya. Walaupun pada akhirnya dia seperti sedang mendiskriminasi kaum saya, kaum jomblo, kaum minim pengalaman cinta. Sungguh saya tidak menyesal, karena saya tahu menyesal adalah perbuatan pengecut. Saya malah bahagia karena pikiran saya semakin terbuka.

Untuk penutup, saya katakan kepada semua perempuan.

“Sudilah kalian menyempatkan waktu untuk sekedar mengenal kami sedikit lebih dalam”

19 thoughts on “Kami Bicara (sedikit) Soal Perempuan.

  1. Kalau saya analisa (ceilah) alasan teman kamu ngomong seperti itu ada 2 hal. Pertama, mungkin teman kamu berpikir kalau kami para wanita tertarik dengan pria yg punya mantan banyak karena dengan begitu dia pasti tau cara pacaran, entah itu jemput, perhatian atau pun kegombalan yg lain. Kedua, mungkin teman kamu percaya bahwa wanita menyukai pria nakal or play boy. Kan ada istilah tuh, “Girls like bad boys but they’re not married with them”. Tapi utk saya pribadi sih, saya ga jadi curiga ketemu cowok yg doyan gonta-ganti pacar.

    Btw, santai aja, ntar jg kamu menemukan cintamu. Dulu saya jomblo sampe 4 thn lho.🙂

  2. Waduuuh kok begitu yach pendapat teman kamu?! Kalo menurut saya sich, tentang disukai atau tidak disukai oleh orang lain bukan berdasarkan jumlah mantan pacar tapi berdasarkan kepribadian, attitude, atau behave. Begitu…🙂

  3. ahahaha…😆
    sy ngga setuju dengan :
    “Tapi semakin lelaki itu banyak mantan pacar. Semakin dia disukai sama perempuan.”
    kalo ngobrol sm teman2 cewe, sepertinya ngga ada yang memilih lelaki karena hal tersebut.

    • hehe, saya juga bingung dengan kalimat teman saya itu. sampai sekarang saya masih bertanya-tanya darimana teman saya itu menemukan pendapat seperti itu.😀

      yg sebenarnya dari cewe gmn sih?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s