Tuhan, Terima Kasih.

Standar

Oke, buat para pembaca yang sudah membaca tulisan saya sebelumnya, seperti:

Perempuan Merah Marun

Besok, Tolong Jangan Buat Malu Saya

Kalimat Untuk Tuhan Malam Ini Adalah…

Kali ini adalah tulisan yang juga berkaitan dengan ketiga tulisan itu.

 

Seperti yang sudah saya ceritakan kemarin. Hari ini adalah hari peperangan saya dengan rasa malu yang menggila. Tapi Tuhan memang sedang berbaik hati sama saya hari ini. Saya sungguh berterima kasih kepada Tuhan. Saya dihindarkan dengan rasa malu bodoh itu.

β€œTerima kasih, Tuhan”

Seharian ini, saya mencoba untuk duduk sejauh mungkin dari si Marun itu. Dan yang sukses, saya mencoba cuek. Hehe. Terlepas dari ke-cemen-an saya tadi pagi yang berusaha untuk tidak dekat-dekat dengan dia. Saya tetap memperhatikan tingkah polahnya. Saya tetap militan untuk sekedar curi-curi pandang kepadanya. Saya pikir, saya memang bodoh.

Hasil dari curi-curi pandang saya hari ini adalah..

  1. Dia masih saja suka memandang ke dalam tasnya ketika di kelas
  2. Dia pakai baju kesukaanku hari ini
  3. Semakin saya sadari cara tertawanya memang tidak ada duanya
  4. Dan dia terlihat sedikit semakin hitam, hehe. Tapi saya tetap suka.

Yang tidak tertangkap oleh panca inderaku adalah suaranya yang memang sangat jarang terdengar. Karenanya, saya semakin rindu dengan suaranya yang sedikit berat itu. Kalau saja dia ini tahu kerinduan saya ini. Sekali lagi, saya memang bodoh.

Anyway, mungkin hari ini saya masih bisa selamat dari terkaman rasa malu. Saya belum tahu besok, besok lusa dan hari-hari berikutnya saya masih bisa selamat atau tidak. Saya hanya bisa berdoa dan berdoa. Semoga Tuhan tetap berbaik hati dengan hidup saya yang kelewat sederhana ini. Dan saya juga mohon kepada teman-teman semua untuk ikut mendoakan saya selamat dari rasa malu. Bolehlah teman-teman sekalian berkoar kalau saya ini bodoh sebelum mendoakan saya dengan ikhlas.πŸ˜€

 

Ps: Sorenya saya sempat mengirim sebuah pesan singkat untuknya. Dan saya semakin yakin, saya tidak diterima di kehidupannya. Tak apalah. Saya akan tetap kagum dengan Mawar Merah Marun.

11 thoughts on “Tuhan, Terima Kasih.

  1. Alhamdulillah selamat.πŸ™‚
    Tapi cuek aja bro, kalo lagi jatuh cinta kan emang suka jadi bodoh & malu2in,
    yg penting semangat utk dapetin dia.πŸ˜€

    • hehe.
      saya selalu berpikir baru bisa dibilang ending kalau kita udah mati.
      jadi saya selalu menantikan episode kehidupan selanjutnya.
      Sutradara yang bernama Tuhan kan memang suka tak terduga? heheπŸ˜€

      untuk smsnya, janganlaahhh, hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s