Besok, Tolong Jangan Buat Malu Saya.

Standar

Anyway, hari minggu ini saya sungguh deg-degan. Bukan karena menunggu hasil ujian tengah semester, ini tentang dia. Tentang dia yang pernah saya sebut Mawar Merah Marun.

Jadi, besok itu (Senin/22) adalah hari pertama kali saya akan bertemu dengan sosok perempuan itu setelah diterbitkannya tulisan Perempuan Merah Marun itu. Kampus kami belakangan diliburkan selama kurang lebih dua minggu dikarenakan erupsi Gunung Merapi dan besok itu masuk untuk pertama kalinya. Sedangkan tulisan Perempuan Merah Marun diterbitkan pas dalam masa liburan itu tadi.

(Menurut sumber yang sangat terpercaya, dia, perempuan merah marun, sudah baca tulisan saya tadi. Reaksinya cuma bilang bagus, tidak lebih. Sekali lagi, tidak lebih.)

Oke, dan hari ini saya sukses memutar otak saya berkali-kali. Saya memikirkan bagaimana nasib saya besok ketika untuk pertama kalinya bertemu setelah ada sebuah tulisan bodoh itu. Besok itu sikap saya harus seperti apa? Gaya bicara saya harus bagaimana? Langkah saya harus seperti biasa atau dirubah? Mata saya ini harus bertingkah seperti apa ketika beradu pandang dengan Si Merah Marun? Tidak dipungkiri saya bahagia sekali kalau bisa beradu pandang. Tapi ini sudah beda kondisi. Situasinya sudah sangat berubah. Sumpah! Saya benar-benar pusing memikirkannya.

Mungkin sebagian dari kawan-kawan ini adalah hal yang sangat sepele. Tapi sungguh, menurut saya ini sungguh luar biasa rumit. Saya seperti tidak siap menghadapi tantangan rasa malu besok pagi. Saya seperti dihadapkan dengan ratusan ribu tentara yang siap menembaki tubuh tambun saya kapan saja. Mungkin besok saya akan mati dengan tenang diiringi rasa malu yang menggila. Mungkin begitu.

Ada yang punya saran saya harus bagaimana?

13 thoughts on “Besok, Tolong Jangan Buat Malu Saya.

  1. Mudah2 an ga telat…
    ‘Be yourself’…. Mungkin itu sangu yang paling ampuh. Tidak berpura-pura. Kalau takut katakan takut. Kalau senang katakan senang. Kalau galau katakan galau. Kalau takut, senang, dan galau yaa katakan saja…. *jangan2 ntar malah mingkem*

    Namanya juga saran ya. Belom tentu sih kalo saya ngalamin ini juga bisa ‘sok’ tenang. Tetapi pagi ini semoga sukses yaa…

    Btw, kok aku merasa Perempuan Merah Marun adalah simbol ya? *sok mikirin niih*

    • hhhmmm..
      diterima mba sarannyaπŸ˜€
      terima kasih banyak ya. saya juga sudah mencoba untuk apa adanya.
      heheπŸ˜€

      kok simbol sih mba?
      itu adalah julukan khusus dariku untuknya mba, heheπŸ˜€

    • bhahaha..
      saya sendiri aja besok itu tidak berani melihat wajahnya.
      apalagi berbicara untuk sekedar menyampaikan salam anda??????

      saya masih tak bisa membayangkan rasa malu yang siap menggila dan meledak dalam pikiran saya.
      heheheπŸ˜€

  2. positif thinking semoga besok semua berjalan baik dan hal yang ditakutkan tidak pernah terjadi. pikir yang baik-baik dan sebenarnya apa yang kita takutkan maka itu pula yang akan kita alami. jadi buang jauh ketakutan ituπŸ™‚ *soktau mode:on)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s