Jumat Kemarin Saya Dapat Sesuatu.

Standar


Kemarin, sewaktu akan berangkat sholat jumat di masjid sebelah. Tiba-tiba Ibu Kos memanggil saya.

“Dek, mau sholat jumat ya?”

“Eh..iya bu”, jawab saya bingung di depan pintu kamar dan tanpa pakai baju (baru saja selesai mandi).

“Fatta biar ikut sholat jumat ya? Papanya lagi gak ada soalnya”

Karena tak ada alasan untuk menolak saya iya-kan permintaan itu. Fattah adalah anak semata wayang Ibu Kos saya. Umurnya sekitar 4tahun. Bocah ini luar biasa pintar, rasa ingin tahunya luar biasa. Sayangnya cuma satu, tidak begitu akrab dengan agama.

Sambil membetulkan letak sarungku, saya merasa ada sesuatu yang beda. Karena tidak ada papanya? Perasaan dulu kalau papanya lagi di rumah dan sedang hari jumat, Bapak Kos tidak pergi ke masjid? Apalagi sama Fattah? Dan Ibu Kos juga tidak mencoba menitipkan Fattah untuk ikut sholat jumat ketika Bapak Kos lagi stay di rumah. Aneh ya?

Dalam beberapa kesimpulan yang saya buat sendiri. Salah satunya adalah Ibu Kos saya ini sedang dilanda kegalauan tentang masa depan pendidikan agama anaknya, Fatta. Dan dia tidak membicarakan kegalauan ini kepada suaminya. Ibu Kos terjepit dalam situasi yang kompleks yang hanya dirinya yang tahu. Saya secara tidak sengaja mengetahuinya lewat prediksi saya.

Kejadian kemarin ini menuntut saya berpesan kepada diri sendiri. Kelak kalau memiliki keluarga, pastikan keluarga itu sesak oleh aroma agama. Tak perlu langsung benar-benar paham masalah syariatnya. Hanya perlu untuk membiasakan diri dengan agama. Agar panca indera kita, panca indera istri dan anak kita terjaga. Agar setiap tindakan keluarga kita adalah doa.

Saya tidak ingin membuat istri saya kelak berada dalam situasi yang sama seperti yang mungkin sedang dialami oleh Ibu Kos saya. Saya ingin keluarga saya kelak bahagia bersama-sama dalam agama.

Anyway, pelaksanaan sholat jumat untuk Fattah tidak berjalan lancar. Bocah ini tidak mau berdiri ketika Iqomah sudah diperdengarkan. Anak pintar ini ternyata memang tidak akrab dengan yang namanya sholat. Saya ikut sedih melihatnya.

15 thoughts on “Jumat Kemarin Saya Dapat Sesuatu.

    • menurut saya sih begitu mas. menanamnya dari sejak kecil, dibiasakan melihat orang tuanya ibadah gitu.
      baru ntar kalau mulai beranjak dewasa mulai untuk belajar merawat agama itu.
      kira-kira begitu menurut saya, hehe.😀

      *terima kasih sudah mampir

  1. Tari-ssi

    prihatin ya, memang sebaiknya dari kecil pendidikan agama alebih di tekankan, biar nanti besarnya bisa tau batas2 norma mana yg boleh dan yang enggak boleh dilakukan.

    • iya mba.
      dalam kacamata bolong saya, kalau masih kecil gitu seharusnya dibiasakan untuk melaksanakan ibadah-ibadah sederhana.
      biar punya basic dulu gitu.
      semelenceng-melencengnya orang kalau ada pondasi yg jelas dia masih tau kemana harus kembali.
      kira-kira sih begitu.. hehe😀

      terima kasih mba udah mampir😀
      salam kenal

  2. bluetech

    Mantap? kisah nyata? memang begitulah zaman sekarang, semua berkiblat ke YAHUDI, memang semua yg ada di Alquran terbukti, tapi bagaimana bagi mereaka yg mengacuhkan semua fakta itu…

    • iya gan kisah nyata.
      kita sebagai umat awam yang tidak benar-benar paham agama hanya bisa berdakwah seadanya deh gan. kali aja dengan dakwah yg sederhana itu mereka-mereka bisa lebih peka lagi dengan pesan-pesan Tuhan.

      *hehe sok tahu dikit gan😀

    • bhahaha.. buruan di perbaiki dong gan. Tidak pernah ada kata telat untuk menjadi lebih baik. Ane juga masih belajar kok gan. hehe😀

      Takutnya kalau gak taat agama ntar pas diputerin film perjalanan hidup ane di padang masyhar, ane malu abis sama orang sedunia, hehe😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s