Perempuan Merah Marun.

Standar

Setelah sangat lama, akhirnya saya kembali menulis dengan kadar perasaan lebih besar dari pemikiran. Sungguh, ini tulisan yang sarat emosi satu arah yang sudah lama saya rindukan. Saya hampir-hampir lupa sensasi menulis tulisan yang seperti ini, tapi kali ini saya diingatkan kembali. Saya bersemangat.

Oke, saya ingin sedikit berbagi cerita kepada kawan-kawan tentang seorang perempuan. Seorang perempuan biasa tapi uniknya bukan main. Saya tak ingin menyebutkan nama. Alasannya kenapa harus tak ada nama akan ada dalam paragraf-paragraf terakhir tulisan ini.

Jadi kenapa saya menyebutnya perempuan biasa? Karena memang bila dilihat dari umumnya perempuan, nothing special. Mungkin rata-rata akan menyimpulkan kalau perempuan ini cantik tapi sedikit hitam. Lalu kenapa saya kemudian menambahkan kalimat β€˜uniknya bukan main’? Saya selalu melihat sosok perempuan dari kaca mata subjektif punya saya. Saya mempunyai sistem penilaian tersendiri untuk menilai seseorang perempuan. Cukup aneh sih, mungkin juga dampak dari cara hidup saya yang agak β€˜beda’ dari kebanyakan kita. Saya memang egois kalau sudah membahas perempuan.

Dia unik karena sejauh mata saya memandang, ya cuma dia perempuan yang memilih memakai sepatu injak ke kampus. Kawan-kawan tahu sepatu injak, kan? Sepatu converse yang diinjak bagian belakangnya. Coba hitung perempuan Indonesia yang masih sudi memakai sepatu seperti itu? Ada, tapi apa bisa dibilang banyak? Dia unik karena dia cuek. Entah, saya sering memasukkan kata cuek dalam kamus keunikan seseorang. Dan dia unik karena saya kagum dengan perempuan ini.

Saya memang belum mengenalnya lebih jauh. Bukan karena saya belum melakukan sesuatu, tapi karena memang tidak mendapat ijin dari perempuan ini. Hehe. Sebenarnya tidak ada kalimat untuk tidak mengijinkan, tapi saya merasa demikian. Entah saya yang terlalu sensitif atau dia yang terlalu cuek sehingga menimbulkan presepsi negatif dalam pikiran saya.

Saya sempat beberapa kali saling berkirim pesan singkat. Tentu bukan dengan obrolan yang berat karena dengan bahan obrolan ringan pun saya sering sekali dicuekin. Saya sempat menggodanya via sms. Saya memberanikan diri untuk memanggilnya dengan sebutan Mawar Merah Marun. Jelas ini bukan tanpa makna. Warna merah marun adalah warna yang istimewa. Warna ini terlihat anggun dengan kepekatannya. Dia, perempuan ini, berkulit gelap tapi tetap terasa istimewa. Mawar adalah simbol kecantikan. Tak ada yang tidak setuju kalau dia adalah perempuan cantik. Dan Mawar Merah Marun adalah sesuatu yang langka atau bahkan tidak ada. Berarti dia ini perempuan yang tidak ada duanya. Paling tidak dalam dunia saya.

Saya tidak lagi berharap banyak bisa mengenal perempuan ini lebih jauh. Selain karena sepertinya saya tidak diterima dalam kehidupannya, saya juga merasa sadar diri. Saya sadar dengan segala keterbatasan saya sebagai seorang lelaki yang sulit untuk bisa dikatakan β€˜cukup’. Saya gendut, saya tidak ganteng, ketawa saya keras, saya tidak kaya, saya kelewat sederhana atau bahkan tidur saya ngorok dan sesekali ngiler. Saya sadar dan legowo dengan kenyataan ini.

Saya akan tetap mengaguminya sebagai seorang perempuan unik. Saya akan tetap memperhatikan sepatu injaknya. Saya akan tetap paham caranya membawa tas. Saya akan tetap bahagia melihat gaya berjalannya. Saya akan tetap tersenyum mendengar suaranya yang lumayan jarang terdengar. Saya akan tetap mengaguminya sebagai sosok Mawar Merah Marun.

Mungkin dia akan tidak sengaja membaca tulisan ini. Semoga dia tidak membuatku malu ketika berada di dekatnya. Amin.

19 thoughts on “Perempuan Merah Marun.

  1. Seruuu dan penuh sensasi. untuk mendapatkan sesuatu yang penuh perjuangan akan terasa indah nantinya. Mungkin tak indah dinikmati saat ini ttp akan indah untuk dikenang entah itu jadian ato tidak. Pokok’e mak nyuuus kata Pak Bondan…. Semoga berhasil ya, Mas…

    • “Mungkin tak indah dinikmati saat ini ttp akan indah untuk dikenang entah itu jadian ato tidak.”

      kalimat yang sangat bijak sekali mba.
      saya suka sekali bacanya, heheπŸ˜€

      terima kasih mbaπŸ˜€

  2. wah wah,
    beruntung si Mawar Merah Maroon punya ‘pengintai’ yang memperhatikan detail dirinya.
    saya kasih tips deh, mas.
    nanti kalo ketemu, jangan terlalu salting, nanti dia terlalu di atas angin.
    jangan terlalu menggoda, nanti dia malu.
    jangan bersikap terlalu cuek seakan posting ini tidak pernah ada, nanti dia kesal, bingung.
    biasa aja dulu, kalo dia mulai terlihat nyaman, baru dibicarakan kalau memang mau dibicarakan.

    P.S. saya juga sering menginjak sepatu, bagian tumit sering sakit karena lecet soalnyaπŸ˜₯

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s