Surat Tanpa Paragraf Untukmu, Sayangku.

Standar

Sayang, sudah berapa bulan kamu benar-benar menghilang? Rayap-rayap sudah mulai nakal menggerogoti cinta kita, sayang. Cinta yang dulu pernah menyatukan tiap detail perbedaan kita. Tapi tenang, aku akan berperang dengan rayap-rayap ini, sayang. Aku tak ingin berhenti mencintaimu. Tapi, kamu dimana sayang? Sudah lupa kah kamu dengan janji satu kita? Bukankah katamu bulan dan bintang yang jadi saksi janji ini? Apakah bintang bulan akan kamu khianati juga? Sayang, aku masih saja mengingat jejak-jejak kita di jalanan aspal ini. Jalanan aspal yang pernah kita lewati malam-malam hanya untuk membeli obat untuk ibuku. Aku juga masih saja mengingat bagaimana kencan pertama kita di bulan puasa beberapa tahun yang lalu. Benarkah sekarang kamu tak mengingat semua itu lagi? Sayang, aku benar-benar tak sanggup melenyapkanmu disini, dikampung hatiku yang saat ini sedang sekarat karenamu. Sayangku, beberapa hari yang lalu, aku lewat depan rumahmu. Dan seperti biasa saat siang hari, rumahmu terkunci dari dalam. Aku hanya melihat beberapa tanaman hijau yang dulu pernah menemani kencan kita di rumahmu, sayang. Tanaman-tanaman itu tampak sangat segar, kamu pasti rajin merawatnya ya? Kenapa kamu tak sekalian merawat cinta kita, sayang? Sayang, kudengar kamu sudah punya kekasih baru. Kekasih baru yang menjadi teman setia di setiap kesempatan bersama. Kudengar juga, rumah kekasihmu itu tak jauh dari rumahku. Apa kamu benar-benar telah melupakanku, sayang? Benar-benar telah sukses melenyapkan wajahku di tiap kesempatan bermimpi? Sayang, aku sungguh terpukul, sedih setengah mati mendengar berita ini. Aku cuma bisa berharap , kekasih barumu adalah hanya sebuah kekhilafanmu dan kamu segera mengemasi cintamu kembali kepelukanku lagi. Sayang, surat ini sengaja ku tulis tanpa paragraf, sebagai simbol bahwa cintaku padamu tak pernah terputus-putus seperti surat ini yang tak terputus oleh paragraf. Dan isi surat ini juga sengaja tak ku buat panjang, sebagai perwujudan bahwa sebenarnya kamu terlalu singkat memberiku kesempatan untuk membuatmu benar-benar bahagia bersamaku. Aku menunggumu, sayang. Semoga kamu lekas mengerti dan kembali disini. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s