Sweet Surrender

Standar

Kawan, pasti banyak diantara kalian yang sedang mengalami hari-hari sepi , hari-hari dimana di inbox handphone hanya ada beberapa message dari teman. Hari-hari dimana rasa cinta dan rindu sedang merantau, pergi jauh dari kehidupan. Hari-hari yang jauh dari suasana romantis, so flat! Yaa…kira-kira begitulah keadaanku sekarang.

Sebenarnya, ini bukanlah keadaan terburuk. Karena kata si pengalaman, keadaan terburuk adalah ketika orang yang kita inginkan berada disamping kita sedang berada disamping orang lain. Tapi, ngomong-ngomong keadaan terburuk, aku juga lagi mengalaminya!

Oke, jadi, ternyata aku sedang mengalami dua kondisi yang sangat tragis dalam dunia percintaan anak muda. So Baaaaddd!!

Setiap hari sudah tak ada nama spesial di inbox, ditambah dengan keadaan terburuk diatas (aku tak ingin menulisnya lagi, kawan, sediiihhh, hehe).  Aku rindu sekali waktu-waktu dimana aku sangat tergila-gila dengan seorang wanita, benar-benar sangat mencintai wanita itu dan serius dengannya. Kurang ajar memang rasa rindu ini, membuatku tak pernah absen untuk buka akun facebooknya (sehari bisa 5kali!).

Untung saja ibu bukan orang kantoran, untung saja ibu adalah orang dagang, karenanya aku bisa sedikit menepis rindu dengan membantu ibu memutar uang di jalanan aspal. Setidaknya aku bisa membeli kesempatan untuk bernafas tanpa sayatan rindu yang buas itu. Bukankah di jalanan yang liar, di pasar-pasar yang riuh, di warung-warung bakso, di toko-toko baju, masih banyak berkeliaran manusia bertipe perempuan cantik yang berjalan sendirian? bukankah wajah mereka menawarkan secuil kebahagiaan?

Now, aku hanya bisa bersikap realistis, narimo ing pandom. Kata pepatah, “sepiro gedene sengsoro yen tinompo amung dadi cobo” (sebesar apapun penderitaan, kalau ikhlas, hanya akan jadi cobaan – red.). Sekali lagi, hanya bisa realistis, sweet surrender sama Tuhan. Percaya, bahwa ini hanyalah sebuah fase untuk menjadi lebih dewasa. (haha..kaya beneran parah aja ya??)

Salah satu hal yang bisa membuatku tersenyum optimis adalah masih ada begitu banyak perempuan hebat yang belum menikah dan bahkan menyandang status sebagai jomblo tulen!

Note:

Kalau bikin jasa “teman kencan” di Jogja kira-kira laku gak ya? Haha… *lonely

2 thoughts on “Sweet Surrender

  1. decolgen

    memang, kesepian menjadikan diri kita lumayan sedikit stres. Apalagi kalau kesepian kita ditambah dengan tidak ada teman-teman yg gokil, makin mampuslah kita.

    Buruan nge-gebet deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s