Perempuanku Memang Masih Misteri.

Standar

Kali ini, aku ingin memulai deretan kalimat ini dengan sebuah pengakuan kepada Tuhan.

“Tuhan, setelah sekian banyak menit terlalui. Begitu banyak kejadian-kejadian tak terduga yang secara hebat seperti ingin bertutur tentang sesuatu yang sangat kompleks, sesuatu yang Engkau cipta dari sebagian tulang rusukku. Aku menyebutnya perempuan.

Aku tahu Tuhan, Engkau sudah pasti lebih mengerti, lebih paham apa yang ingin aku sampaikan. Tapi sungguh, izinkanlah aku mengucapkannya. Agar syukur ini lebih menggetarkan jiwa.

Sungguh terima kasih, Tuhan. Beberapa waktu lalu Engkau selipkan cerita patah hati dalam perjalanan cintaku. Hingga sampai saat kalimat ini ditulis, tak pernah sekalipun Engkau tumbuhkan lagi rindu menggebu kepada seorang hawa. Benar-benar terima kasih, Tuhan. Dalam perjalanan kesendirianku itu, Engkau sentil aku dengan beberapa kali adegan kehidupan. Aku sangat menerima pesan-Mu kepadaku.

Bahwa seringkali menunggu adalah sebuah kehormatan. Itukan, Tuhan? Yang sejak beberapa waktu lalu ingin Engkau ajarkan kepadaku? Aku paham Engkau ingin bertutur pada saat tepat nanti akan kutemukan perempuan yang Engkau pilihkan untukku, yang akan membuatku lebih mencintai-Mu, bukan lebih mencintainya.

Aku merasa terhormat, Tuhan. Saat ini masih bisa bersabar menunggu, untuk pilihan-Mu.”

Begitulah kawan-kawan, tanpa kita duga sebelumnya, kadang Tuhan ingin kita belajar dari setiap detail kejadian yang kita lewati. Tuhan seperti ingin bertutur bijak tentang bagaimana kita seharusnya. Bahasa Tuhan memang sangat unik, tidak seperti bahasa manusia yang seringkali terasa membosankan di telinga kita. Kalimat-kalimat Tuhan dibungkus dalam bingkisan sederhana berbentuk pengalaman dahsyat yang tak pernah kita prediksi sebelumnya. Aku yakin, kawan-kawan pasti setuju dengan kalimatku itu.

Dan pada kesempatanku kali ini, menurutku Tuhan telah sukses memberiku kuliah tentang sosok manusia rumit bernama perempuan. Tentang sangat banyaknya perempuan tapi hanya satu perempuan yang benar-benar tepat untuk kita. Orang tepat itu akan dipilihkan Tuhan dan akan dipertemukan dengan kita di waktu yang benar-benar pas. Kita hanya dituntut untuk sedikit bersabar menunggu datangnya saat-saat bahagia itu. Begitulah kira-kira pesan Tuhan untukku akhir-akhir ini.

Telegram dari Tuhan itu juga seperti mengingatkanku tentang beberapa hal penting di kehidupanku. Tak berhubungan langsung, tapi terasa sekali pengaruhnya. Seperti bahwa biaya mahal sekolahku hanya ditanggung oleh seorang janda tua 60 tahun yang sering aku panggil dengan sebutan Ibu. Berarti aku harus benar-benar fokus sekolah, harus secepatnya menyelesaikan sekolah agar cepat selesai pula beban Ibu. Atau ternyata dewasa ini persaingan dalam hal mencari uang benar-benar semakin ketat. Berarti sudah sangat wajib untukku sungguh-sungguh belajar bagaimana nantinya akan selalu survive.

Maka biarlah kalau saat ini perempuanku masih sangat misteri. Biarlah bila saat ini namanya masih tersimpan rapi dalam Lauful Mahfudz. Toh, pada akhirnya Tuhan dengan senang hati memberitahu siapa yang nantinya akan menjadi makmum di Subuh dan Isya’ku.

“Akan ku nikmati setiap romantika hidup yang Engkau pilihkan untukku, Tuhan”

****

Pastilah di hari-hari kedepan akan ada mata kuliah baru yang diberikan Tuhan untukku, juga untukmu agar kita kembali belajar sesuatu. Dan bukankah belajar adalah sebuah kegiatan sakral yang tak akan pernah kita berhenti melakukannya hingga kelak Izroil mengucap salamnya untuk kita?  Lalu, sudahkah kita bersiap-siap untuk selalu mendapatkan pelajaran?

Dosen terbaik memang pengalaman, tapi rektor terbaik adalah Dia, Tuhan yang telah dengan sangat rapih menentukan jadwal kapan sebuah pengalaman hebat terjadi untuk kita.

5 thoughts on “Perempuanku Memang Masih Misteri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s